Analisis Geopolitik: Keterkaitan Kasus Epstein, Ketegangan AS-Iran, dan Tekanan Israel

2 hours ago 2
Presiden Serbia, Aleksander Vucic, & Presiden AS, Donald Trump.

Fajar.co.id, Jakarta -- Kasus Jeffrey Epstein tidak hanya mengguncang panggung politik dalam negeri Amerika Serikat, tetapi juga berpotensi memicu dinamika berbahaya di kancah global.

Analisis terbaru dari sejumlah pemimpin dan pengamat internasional mengaitkan skandal seks tersebut dengan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, serta tekanan dari Israel untuk melakukan serangan militer.

Peringatan Serbia: Sejarah Berulang sebagai Pengalihan Isu?

Presiden Serbia, Aleksander Vucic, memberikan peringatan keras kepada Iran. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat berpotensi menggunakan isu Epstein Files sebagai dalih untuk menyerang Iran.

"Amerika Serikat dapat menggunakan issu EPSTEIN FILES untuk menyerang Iran. Donald Trump bisa saja secara mendadak menyerang Iran dengan maksud sebagai PENGALIHAN guna menutupi kasus Epstein files," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan resmi.

Pandangan ini dilandasi trauma sejarah negaranya, yang dahulu bernama Yugoslavia. Saat Presiden AS Bill Clinton dilanda skandal seks dengan staf Gedung Putih, serangan terhadap Yugoslavia dilancarkan, yang berujung pada bubarnya negara tersebut.

Dua Skenario: Pengalihan atau Dalih Mundur?

Di tengah spekulasi, muncul pula analisis lain. Isu Epstein Files bisa jadi sengaja dimunculkan untuk menutupi kegagalan AS yang memilih tidak jadi menyerang Iran.

Dengan demikian, AS dianggap dapat mundur secara perlahan dari medan pertempuran di Timur Tengah dengan alasan fokus menyelesaikan urusan dalam negeri yang pelik. Opini ini berkembang, meski masih dapat diperdebatkan.

Kesiapan Iran dan Kelemahan Posisi Tawar AS

Menanggapi berbagai kemungkinan, Iran menyatakan kesiapan penuh. Panglima Angkatan Laut Iran hari ini menegaskan, "Kami siap dalam semua skenario."

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |