Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik pernyataan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI terus menuai respons beragam.
Kali ini datang dari pegiat media sosial sekaligus loyalis Prabowo-Gibran, Ferry Koto.
Ferry menanggapi kemarahan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang sebelumnya mengecam sikap Kapolri.
Dikatakan Ferry, reaksi Gatot sudah tidak relevan dengan konteks demokrasi saat ini.
“Pak Gatot ini sudah ndak penting. Wong ndak jelas,” ujar Ferry dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X, Rabu (4/2/2026).
Kapolri Bicara di Ruang Demokrasi
Ferry menegaskan, pernyataan Kapolri Listyo Sigit disampaikan dalam forum resmi negara, yakni RDP dengan DPR, yang merupakan ruang demokrasi konstitusional.
“Itu Kapolri kan dimintai tanggapannya, sedang di RDP dengan DPR. Beliau di ruang demokrasi, tentu sah saja menyampaikan aspirasi institusinya, yang bisa jadi itu mewakili hampir 500 ribu anggotanya,” sebutnya.
Ia menekankan, tidak tepat jika pernyataan tersebut kemudian dipersoalkan secara berlebihan, apalagi sampai dianggap sebagai bentuk ancaman atau arogansi kekuasaan
Polisi Juga Punya Hak Menyampaikan Aspirasi
“Kalau polisi ndak boleh beraspirasi, ndak boleh berpendapat, ya ndak usah diundang RDP. Putuskan saja sendiri oleh DPR perubahan UU Polri,” tegas Ferry.
Meski demikian, Ferry mengaku tidak sepenuhnya sepakat dengan pandangan Kapolri terkait posisi institusional Polri.
Namun, ia mengatakan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh dijadikan alasan untuk menghakimi atau membungkam seseorang.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































