Siswa SD di NTT Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Buku, Adian PDIP Soroti Anggaran Raksasa MBG Rp335 T

3 hours ago 3
Adian Napitupulu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu mengkritik keras kebijakan pemerintah yang menggelontorkan anggaran raksasa khusus untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis senilai Rp335 triliun untuk tahun 2026.

Sementara di waktu bersamaan ada cerita pilu mengenaskan dari anak bangsa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bocah 10 tahun, YBS, murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada diduga bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pulpen.

"Negara sedang sibuk dengan anggaran raksasa Makan Bergizi Gratis senilai Rp335 Triliun untuk tahun 2026. Tapi di saat yang sama, berita pilu datang dari Ngada, NTT. Seorang anak kelas IV SD, YBS (10), memilih mengakhiri hidupnya," kata Adian melalui unggahannya di akun Instagram, dikutip pada Rabu (4/2/2026).

Pemicunya sangat sederhana, ia hanya ingin membeli buku dan pena, tapi ibunya tak punya uang sama sekali.

Bayangkan, ujar Adian, di tengah gegap gempita proyek triliunan, seorang anak cerdas harus menyerah karena tak punya modal untuk menulis mimpinya di sekolah.

"Tragedi ini adalah potret nyata ketimpangan. Anggaran ratusan triliun seolah tak menyentuh pondok reyot di Dusun Sawasina," cetusnya.

"Apa artinya makan bergizi gratis jika anak-anak di pelosok masih mati karena putus asa tak punya alat tulis? Jika kesehatan mental mereka hancur karena tekanan ekonomi yang tak ada habisnya?" sambung anggota DPR RI berlatarbelakang aktivis tersebut.

Adian lantas menggarisbawahi bahwa kematian YBS adalah rapor merah terutama bagi mereka yang duduk di kursi pengambil kebijakan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |