surat yang ditujukan kepada ibu siswa SD di NTT
Tidak Punya Uang Beli Buku, Bocah SD di NTT Diduga Bunuh Diri, Yusuf Dumdum: Negara Jaya tapi Abai pada Pendidikan Anak
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Meninggalnya YBS (10), murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam.
Bocah tersebut diduga mengakhiri hidupnya lantaran tidak mampu membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10 ribu.
Tragedi Kemanusiaan
Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum, menyebut peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan yang mencerminkan kegagalan banyak pihak dalam melindungi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Sedih dan sesak dada membaca berita seperti ini,” ujar Yusuf dikutip fajar.co.id pada Rabu (4/2/2026).
Ia menyinggung ironi nasib YBS yang masih duduk di bangku sekolah dasar, namun harus memikul beban hidup yang begitu berat.
Dikatakan Yusuf, keputusan tragis itu dipicu oleh keterbatasan ekonomi keluarga.
“Seorang siswa kelas IV SD mengakhiri hidupnya hanya karena tidak dibelikan buku dan pena oleh ibunya, yang nilainya sebenarnya tak seberapa,” ungkapnya.
Yusuf juga mengungkap latar belakang keluarga korban. Ayah YBS telah meninggal dunia sejak sang anak masih dalam kandungan.
Sejak itu, ibunya menjadi tulang punggung keluarga dan menafkahi anak-anaknya seorang diri.
“Keterbatasan ekonomi membuat sang ibu sulit mengabulkan permintaan anaknya, padahal anak itu cerdas dan periang,” Yusuf menuturkan.
Tamparan Keras bagi Negara
Ia mengatakan bahwa tragedi ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi negara.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































