Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (22/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Upaya perbaikan yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) terhadap para pejabat di lingkungan pejabat Bea Cukai tampaknya belum selarang dengan jajarannya di bawah. Praktik korupsi masih terjadi di lingkungan tersebut.
Padahal, Menkeu Purbaya dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen untuk menyikat pejabat Bea Cukai atau Pajak yang nakal. Salah satu yang dilakukannya adalah melakukan pergeseran atau mutasi pejabat di lingkungan tersebut.
Purbaya bahkan menyebut, pejabat yang terindikasi nakal bisa dirumahkan atau dipindahkan ke kantor yang sepi. Sayang, pernyataan-pernyataan Purbaya itu sepertinya bagai angin lalu oleh jajajarannya di bawah yang terbiasa korupsi.
OTT di Jakarta dan Banjarmasin
Terbukti, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sukses melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
Wakil Ketua KPK, Fitroh Nurcahyanto, menegaskan bahwa OTT di Jakarta merupakan perkara yang berbeda dengan operasi yang dilakukan di Banjarmasin.
“Jadi hari ini ada dua OTT, satu di Banjarmasin dan yang kedua di Jakarta. Beda kasus,” kata Fitroh dikonfirmasi, Rabu (4/2).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, para pihak yang ditangkap di Jakarta merupakan pejabat Bea Cukai Jakarta.
Hal ini juga dibenarkan pihak Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu).
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan, Budi Prasetiyo menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap koleganya yang di-OTT masih berlangsung. Terkait itu, pihaknya berkomitmen untuk tetap bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































