Evan Dimas saat melatih di Pondok Pesantren Al Bukhori
FAJAR.CO.ID, KOLAKA TIMUR -- Meskipun namanya mulai pudar dari hiruk-pikuk sepakbola Indonesia, mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, ternyata sedang asyik dengan jalan hidup barunya.
Bukan lagi sebagai pemain, baru-baru ini Evan menggelar kegiatan coaching clinic di Lapangan Al Bukhori, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan tersebut bukan sekadar mengajarkan teknik sepak bola, tetapi juga menanamkan pendidikan karakter dengan memadukan nilai-nilai kebudayaan lokal.
Informasi yang dihimpun fajar.co.id, coaching clinic yang digelar di Pesantren Al Bukhori, Kolaka Timur, ini bertujuan membangun karakter mental para peserta sekaligus menumbuhkan jiwa kesatria sejak usia dini.
Anak emas pelatih Indra Sjafri ini mengatakan, kegiatan diawali dengan fun game bersama para tokoh pesantren, termasuk guru, kiai, hingga pendiri pesantren.
“Hari pertama itu ada fun game di sini, sama guru-guru, sama Pak Kyai, sama pendiri. Terus sorenya ada latihan, yang ditanamkan adalah membangun karakternya adik-adik, mentalnya adik-adik,” ujar Evan dikutip fajar.co.id, Rabu (4/2/2026).
Sanggar Saraswati Nuswantara Jadi Acuan
Evan menjelaskan, konsep pelatihan yang diterapkan dalam coaching clinic ini diadopsi dari Sanggar Saraswati Nuswantara, tempat dirinya bernaung.
“Jadi konsepnya itu kan konsep Sanggar Saraswati Nuswantara. Ya konsepnya adalah mengajari generasi muda menjadi manusia yang bermain bola," sebutnya.
"Bukan pemain bola yang bermain-main menjadi manusia. Nah itu yang dari Sanggar Saraswati Nuswantara dibawa ke sini. Itu sih poinnya,” tambah kapten Timnas U-19 ini.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































