Presiden Prabowo dan Isu Reshuffle Kabinet Kelima: Benarkah Targetnya “Orang Jokowi”?

5 days ago 8
Sidang Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (15/12). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berpotensi melakukan reshuffle kabinet untuk kelima kalinya, menyusul lowongnya posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak Thomas Djiwandono berpindah menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Hingga saat ini, istana belum mengonfirmasi waktu dan komposisi reshuffle, menegaskan keputusan tersebut merupakan hak prerogatif presiden yang didasarkan pada penilaian kinerja.

Konfirmasi Lowongnya Posisi Wakil Menteri Keuangan

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengonfirmasi lowongnya jabatan Wamenkeu.

“Iya, mungkin karena Pak Tommy ke deputi kan? Kan ada yang lowong? Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?,” kata Qodari kepada jurnalis di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Namun, Qodari menyatakan tidak mengetahui siapa calon pengganti maupun kepastian jadwal reshuffle.

“Yang pasti begini, Presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target,” tegasnya. Ia menambahkan, “Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu.”

Analisis: Reshuffle Sulit Diprediksi

Pengamat Politik Nurmal Idrus menyatakan sulit memprediksi arah kebijakan Presiden Prabowo terkait reshuffle.

“Agak sulit memprediksi arah berpikir dari Presiden Prabowo terkait dengan reshuffle,” ujar Nurmal kepada fajar.co.id melalui pesan WhatsApp, Kamis (29/1/2026).

Menanggapi spekulasi bahwa reshuffle bertujuan mengganti menteri yang dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo, Nurmal meragukannya. “Saya kira orientasi Presiden gak sampai kesitu,” terangnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |