Ilustrasi pegawai SPPG. (INT)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Corruption Watch (ICW) menaruh perhatiannya pada pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Khususnya pengadaan seragam bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas Kabinet Merah Putih sejak mulai dijalankan pada 6 Januari 2025.
Program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di berbagai daerah.
Namun, setelah satu tahun berjalan, ICW menemukan sejumlah pos pengadaan yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan utama peningkatan gizi.
Salah satunya adalah pengadaan seragam SPPG-SPPI dengan nilai fantastis.
Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius pada aspek tata kelola program tersebut, termasuk potensi konflik kepentingan dalam proses pengadaan.
“Kita (ICW) melihat soal tata kelola, potensi konflik kepentingan, patronase, pengadaan juga kita lihat,” ujar Egi, dikutip Senin (26/1/2026).
Berdasarkan penelusuran ICW, ditemukan adanya pengadaan seragam untuk SPPG dan SPPI dengan nilai total mencapai Rp423 miliar.
Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan penunjang yang dinilai tidak bersentuhan langsung dengan pemenuhan gizi.
“Ini seragam kaos, sepatu, celana, handuk itu ada Rp423 miliar,” imbuhnya.
Besarnya anggaran itu memicu pertanyaan publik mengenai urgensi pengadaan seragam dalam program yang seharusnya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































