Program MBG - Jawapos
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum, merespons pernyataan dua anak buah Presiden Prabowo Subianto yang dianggap tidak sejalan terkait penggunaan anggaran dalam program MBG.
Sorotan muncul setelah Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, menyebut bahwa program MBG menggunakan anggaran pendidikan karena penerima manfaatnya merupakan para siswa.
Namun, Yusuf mempertanyakan pernyataan tersebut karena sebelumnya Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa program MBG tidak menggunakan anggaran pendidikan.
“Habiburokhman Gerindra akhirnya mengakui bahwa MBG menggunakan anggaran pendidikan karena alasannya penerimanya itu adalah siswa,” ujar Yusuf dikutip fajar.co.id, Jumat (6/3/2026).
Pertanyakan Pernyataan Teddy
Ia kemudian menyinggung pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy yang menurutnya berbeda dengan pengakuan Habiburokhman.
“Nah terus gimana dengan pernyataan Seskap Teddy? Katanya MBG itu kan tidak menggunakan anggaran pendidikan,” sebutnya.
Dikatakan Yusuf, pemerintah memang menyampaikan bahwa anggaran pendidikan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Bahkan anggaran pendidikan itu katanya terus ditambah,” ucapnya.
Singgung Besaran Anggaran Pendidikan
Yusuf menjelaskan bahwa anggaran pendidikan memang mengalami kenaikan dari Rp665 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp769 triliun pada tahun 2026.
“Ya memang benar sih anggaran pendidikan itu terus ditambah dari yang semula Rp665 triliun di 2024 menjadi Rp769 triliun di 2026,” imbuhnya.


















































