Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid.
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan impor 105.000 unit mobil pick up untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dinilainya berpotensi besar menjadi ladang korupsi dan merugikan industri otomotif dalam negeri.
Desakan Pengawasan Ketat dan Peran KPK
Lebih lanjut, Zulhamdi menduga adanya kepentingan oknum tertentu yang memanfaatkan proyek strategis pemerintah demi keuntungan pribadi. Ia menegaskan bahwa proyek sebesar ini sangat rawan disalahgunakan tanpa pengawasan yang ketat.
"Kami menduga ada oknum-oknum nakal yang ingin menciderai program strategis dan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Oleh karena itu, kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa PT. Agrinas Pangan Nusantara terkait proses pengadaan dan impor mobil pick up Kopdes Merah Putih ini," katanya tegas.
Paradoks Kebijakan Impor dan Semangat Bangga Buatan Indonesia
Zulhamdi menilai kebijakan impor mobil pick up dalam jumlah besar tersebut bertentangan dengan komitmen pemerintah yang tengah mengampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Menurutnya, langkah ini justru memberikan keuntungan bagi produk asing dan melemahkan upaya memperkuat industri otomotif lokal.
"Impor mobil pick up sebanyak 105.000 unit ini jelas tidak sejalan dengan semangat Presiden untuk mencintai produk dalam negeri. Di saat kita sedang berupaya memperkuat struktur industri otomotif lokal, kebijakan ini justru memberikan karpet merah bagi produk asing," jelasnya dalam keterangan tertulis pada Minggu, 22 Maret 2026.


















































