Koordinator Dewan Pertimbangan Timnas AMIN, Aboe Bakar Al-Habsyi atau Habib Aboe
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, menegaskan bahwa praktik judi online masih menjadi ancaman serius bagi ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia, meski perputaran dananya dilaporkan mengalami penurunan signifikan.
Ia mendorong penguatan kewenangan dan teknologi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar mampu bertindak lebih prefentif dalam menghadapi kejahatan keuangan berbasis digital.
Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama PPATK, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026), Habib Aboe menyampaikan apresiasi atas kinerja lembaga intelijen keuangan tersebut yang dinilai memegang peran strategis dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
Menurutnya, PPATK merupakan salah satu “instrumen terkuat negara” dalam melindungi ekonomi dari berbagai kejahatan finansial, mulai dari korupsi, pendanaan terorisme, hingga judi online.
“Kalau kita ringkas dalam satu kalimat, peran PPATK itu sangat berat. Tapi justru di situlah urgensinya. Negara membutuhkan PPATK yang kuat, dan DPR siap membahas dukungan apa saja yang dibutuhkan,” ujar Habib Aboe.
Ia menyoroti data paparan PPATK yang menunjukkan bahwa perputaran dana judi online menurun sekitar 20 persen menjadi Rp286,84 triliun. Meski demikian, Habib Aboe mengingatkan bahwa judi online masih mendominasi laporan transaksi keuangan mencurigakan, dengan porsi mencapai 47,49 persen.
“Dampaknya sangat terasa di masyarakat. Judi online ini bukan hanya meningkatkan kriminalitas, tapi juga memicu konflik rumah tangga hingga perceraian. Ini bukan persoalan sepele,” katanya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































