FAJAR.CO.ID,JAKARTA – Cuaca khususnya di wilayah Indonesia saat ini bisa dikatakan sulit ditebak dan punya potensi besar masuk dalam skala ektrem.
Dalam skala ekstrem ini, segala fenomena akibat cuaca bisa saja jadi masalah yang kedepannya harus dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Karena itu, Ketua DPR RI Puan Maharani, mengingatkan perlunya kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.
Menurutnya ancaman seperti kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi saat musim kemarau.
Perlu menurut Puan langkah antisipatif mulai disiapkan sejak dini, mengingat data klimatologi dan peta wilayah rawan sudah tersedia.
Hal ini yang disebut bisa menjadi jalan yang baik untuk mulai melakukan langkah antisipatif dan juga digunakan sebagai dasar perencanaan.
“Tantangan perubahan iklim menuntut cara kerja negara yang lebih responsif terhadap risiko,” kata Puan, dalam keterangan persnya dikutip Rabu (8/4).
“Tidak ada alasan kebijakan bergerak setelah dampak meluas,” tambahnya.
Lebih jauh, Puan mengungkap yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat adalah kepastian bahwa negara hadir sebelum risiko membesar, bukan setelah dampak bencana dirasakan secara luas.
Karena menurutnya bencana kini semakin berdampak langsung terhadap stabilitas sosial, khususnya bagi masyarakat kecil.
Apalagi, ini bisa sampai menyentuh aspek ekonomi rumah tangga, kesehatan lingkungan, hingga kualitas hidup sehari-hari. “Bencana bukan lagi sekadar urusan kerusakan fisik, tetapi sudah menyentuh kualitas hidup masyarakat," jelasnya.


















































